Kamu malas karena gak punya "Why"
-
Penyebab Malas karena tidak punya alasan yang kuat, yang urgent, yang menyentuh hati, yang membuat jiwamu bergetar.
-
Padahal sudah tahu bahwa kegiatan yang mau dilakukan itu bermanfaat, namun rasa malas datang menghampiri.
-
Instant gratificationInstant gratification adalah kepuasan atau kebahagiaan yang diperoleh secara cepat atau segera setelah melakukan sesuatu, tanpa harus menunggu waktu yang lama. dalam era digital saat ini membuat bertambah naik rasa malas dalam diri kita. apalagi nontonin konten negatif yang membuat diri semakin kecanduan instant gratification tanpa melatih jiwa untuk melakukan kegiatan yang bersifat delayed gratificationDelayed gratification adalah keberhasilan untuk menunda atau menahan kepuasan atau kenikmatan sesaat demi mendapatkan manfaat yang lebih besar atau lebih baik di masa depan. yang mana kegiatan-kegiatan yang tergolong delayed gratification justru yang bagus untuk jangka panjang seperti olahraga, makanan sehat, baca buku, atau kegiatan yang dilakuin bikin kurang nyaman rasanya, namun secara jangka panjang bila rutin dilakukan dampaknya luar biasa dahsyat.
-
Contoh: Kamu gemuk dan membuatmu kurang pede, dan kamu tau bahwa menurunkan berat badan adalah solusi agar bikin lebih pede, dan kamu tahu langkah-langkah yang perlu dilakukan agar bisa menurunkan berat badan (makan buah sayur, olahraga, dll). akan tetapi muncul masalah disini, jalur syaraf instant gratification sudah terbentuk kuat di otakmu, ini akibat dari kebiasaan makan-makanan instant yang enak dimulut tapi nol secara nutrisi, beralih ke delayed gratification seperti konsumsi makanan sehat yang rasanya tawar di mulut itu sulit sekali rasanya, disinilah mengapa rasa malas itu timbul, karena kamu sudah terlanjur terbiasa sama yang enak-enak, terus tiba tiba harus ganti ke yang gak enak. akan tetapi kalau kamu punya "why" yang kuat, proses perubahan ini gak sulit.
-
Contoh: "Kenapa Naruto Uzumaki ingin menjadi Hokage?" karena dia trauma waktu kecil dijauhi penduduk desa gara-gara Kyubi yang tersegel dalam dirinya. inilah "why" Naruto yang ngebuat ia maju, pantang mundur walaupun berat dan penuh derita mengejar cita-citanya menjadi Hokage, karena dia pengin diakui penduduk desa, karena dia trauma betapa sakitnya kesepian sendirian.
-
Alasan kenapa kamu males untuk take action itu karena kamu belum mengalami kejadian "monumental" yang menusuk hati, sehingga dari situ punya tekad kuat buat berubah itu muncul.
-
Kamu gemuk, terus ingin melamar perempuan, namun ditolak, dan dari penolakan tersebut muncullah "why" -- trauma ditolak gara-gara gemuk. dari situ kamu mulai memberanikan diri untuk meninggalkan makanan enak dan instant, karena kamu tau rasanya ditolak perempuan itu jauh lebih gak enak dibanding makan sayur mayur.
-
Tapi bukan berarti kita harus mengalami trauma dulu agar punya "why". kita bisa memperoleh "why" tanpa harus jatuh ke titik terendah dulu. mungkin dari kita suka baca, nonton film dokumenter, suka mengamati, lalu mendapatkan pencerahan dari sana.
-
"Why" itu penting, tanpa "why" kita akan terus tenggelam dalam belenggu instant gratification.
-
Dengan "why" kita jadi strong untuk menerjang segala macam cobaan dan penderitaan untuk menggapai apa yang dicita-citakan.