Mengubah cara pandang dalam belajar menulis.
The More You Read, The More You Write.
"Semakin banyak asupan membaca, semakin banyak tulisan yang tertuang", Seperti itulah kira-kira terjemahan dari kalimat diatas yang kutemukan saat sedang berkunjung ke blog-nya Pak Agus MulyadiSalah satu website favorit saya, Karya tulisan beliau sukses membuat saya terngakak-ngakak yang mana kalimat itu adalah judul dari sebuah acara seminar yang beliau isi pada tahun 2016 silam.
Singkat cerita, dari situlah aku mulai mengubah cara pandangku dalam belajar menulis, karena kukira menulis itu hanyalah masalah jam terbang dari banyaknya atau seringnya kita dalam menulis, namun sepertinya asumsiku ini tidaklah tepat, karena bila aku cermati, kalau hanya mengandalkan banyaknya menulis saja tanpa tahu salah dan benarnya penulisan juga kurang tepat.
Dan menurutku, untuk saat ini cara yang terbaik dalam meningkatkan keahlian menulis adalah dengan memperbanyak membaca serta mempelajari gaya menulis orang lain.
Oleh karena itu, belakangan ini aku jadi sering membaca tulisan orang lain, baik dalam bentuk artikel maupun buku, dengan Bahasa Indonesia maupun Inggris dalam berbagai macam topik (dari pemrograman komputer sampai isu sosial). dan aku pun juga mulai berlangganan beberapa newsletter via surel pribadiku.
Aku pun jadi teringat dengan jargon yang sering kudengar, yaitu ATM (Amati-Tiru-Modifikasi), namun dikarenakan untuk saat ini aku belum mampu untuk memodifikasi gaya penulisan yang benar, maka jaron ATP (Amati-Tiru-Plek, -maksud dari plek adalah menjiplak secara identik) nampaknya lebih cocok untukku.
Sedikit demi sedikit kupelajari gaya tulis mereka mulai dari pembukaan, transisi atau perpindahan dari topik satu ke topik lainnya, sampai ke penutup lengkap dengan kesimpulannya. Aku berharap dengan cara ini aku bisa meraih cara yang efektif dan efisien dalam belajar menulis.